Satu Frame

Foto ini yang menjadikan kami (saya, lusida, ucup, ajik) seperti sudah menjadi satu frame dengan anak-anak di dukuh turgo, desa purwobinangun, sleman, jogja. satu frame keluarga bersama anak-anak ini, satu frame bermain dan belajar bersama merekam yang ada.

4 hari kami bersama mereka, mencoba belajar melihat yang ada di sekitar mereka, merekam lingkungan mereka (meskipun terkadang handycam berubah jadi teropong pengintai), dan berusaha ingin menunjukan pada semua orang, meskipun mereka belum dewasa, tapi mereka ingin menjadi bagian dalam catatan sejarah tempat tinggal mereka.

Semoga kami bisa kembali lagi bersama mereka, karena frame ini masih tetap melekat membingkai kami berempat. Terima kasih kawan-kawan…

Iklan

MIGRASI BELIA

Dua minggu sebelum lebaran kemarin sepertinya aku baru saja memegang sebuah handycam untuk melakukan wawancara dengan salah seorang buruh migran yang ada dipringapus, semarang. Wanita itu terlihat masih sangat muda, sangat segar, dan sangat energik. Dibalik penglihatan itu ternyata tersimpan berbagai keluhan tentang dunia perburuhan yang dia alami selama setahun ini, mulai dari target yang berlebihan hingga membutuhkan waktu lembur, lebih ironis lagi ketika dia mengatakan “ya waktu lebur itu ngga’ di bayar mas, lha kan kita ngga’ bisa nyukupi target pas waktu jam kerja, makanya di lembur”, secara keseluruhan pemenuhan hak ekonomi social mereka memang kurang terjamin sebagai seorang buruh, apa lagi beberapa diantara mereka masih berstatus buruh kontrak, bukan sebagi karyawan tetap. Memang sedikit sekali yang mengetahui permasalahan buruh migran seperti ini, termasuk saya.

Ironis memang, ketika kita mendengar cerita-cerita pekerja kita, entah didalam negeri atau di luar negeri. Lebih ironis lagi ketika saya pulang dari Semarang menuju kampung halaman saya di Ponorogo, saya mengetahui seorang wanita belia lulusan SMK yang baru berusia 18 tahun harus rela meninggalkan rumah hanya untuk bekerja menjadi buruh migran konveksi di Bandung. Merelakan untuk tidak mendapatkan pendidikan di perguruan tinggi, lebih tergugah hatinya untuk merelakan kakak tercintanya saja yang kuliah, dia rela menunggu kakaknya selesai mendapatkan gelar sarjananya dulu baru dia mau untuk kuliah, konyolnya kakaknya tidak tau kapan lulus. Dia lebih rela mengubur cita-citanya menjadi perawat, demi kebutuhan kakaknya yang kuliah, demi ibunya yang kuliah sebagai syarat PNS, demi membantu menutupi hutang-hutang keluarga. Kondisinya semakin buruk lagi ketika di rumah kecil tempat tinggalnya, dia harus meninggalkan ibunya hidup sendiri dengan adiknya yang baru duduk di bangku kelas 3 SD.

Dan fakta yang saya dapatkan upah kerja ayah dari gadis belia ini yang juga bekerja di pabrik konveksi di kota bandung, sebenarnya bisa dikatakan tidak mencukupi untuk menghidupi istri dan ketiga anaknya, secara tidak langsung upah hasil jerih payah sang  istri yang berprofesi ganda sebagai guru TK, BPD, dan fasilitator desa dapat menutupi sedikit kekurangan yang ada. Apalagi ketika kakaknya tidak mendapat kiriman untuk kehidupan perkuliahannya di luar kota sana, dengan itu semua keinginan belia ini untuk melanjutkan cita-citanya akan terwujud. Sayangnya semua itu belum terwujud secara maksimal, kakaknya masih saja bergantung pada kiriman orang tuanya.

Semoga semua kondisi itu semakin membaik, semoga belia itu tegar menghadapi kehidupan ini, semoga pula kakaknya mendapatkan perkerjaan tetap sembari melanjutkan kuliahnya, semoga ada cahaya yang menerangi keluarga tersebut, semoga Tuhan memberikan rencana terbaiknya unutk keluarga tersebut, AMIN.

el_i_em_a dibaca galau

5, itu mungkin sebuah angka yang nantinya akan menghiasi header kartu rencana studiku berikutnya. Sebuah tanda bahwa aku hampir 2 tahun lebih berada di kota budaya ini. Saat ini pula aku mencoba mengawali langkah berikutnya, tapi pertanyaan besar kemudian membayangi raga ini “apakah yang telah aku hasilkan selama 2 tahun lebih di kota ini?”. Kota ini, memang bukan tempat kelahiranku tapi ibarat sebuah paku, aku sudah tertancap dalam di papannya, entah bisa tercabut atau mungkin semakin dalam menancap.

Rencana demi rencana semakin memenuhi volume otak ini. Sebuah keuntungan ketika Tuhan menciptakan otakku tidak seperti balon yang mudah pecah ketika terisi banyak udara. Memang bukan sebuah pecahan karet yang akan dirasakan otak ini, tapi serasa kentut yang mengangu perut ketika tidak segera dikeluarkan, atau seperti upil yang menganjal di hidung ketika tidak diambil. Tulisan-tulisan berikut ini memang sengaja saya buat bukan untuk menjadi kentut atau upil yang menganggu, semua ini tertulis dengan harapan bisa menjadi bara yang menghabiskan tembakau, atau mungkin palu yang akan lebih menancapkan pakunya.

Semua ini saya rencanakan diluar tugas-tugas perkuliahan yang entah hanya menjadi tugas atau lebih dari tugas kelompok dalam perkuliahan. Besar harapan saya, ada bala bantuan untuk mengangkat palu ini, atau mencoba membantu menyalakan korek untuk membuat bara ini.

  1. Instalasi video untuk memeriahkan “_ _ _ 2011” (video pasca produksi, thanks be pop coek)
  2. Video kreatif HIV/AIDS, dan buruh (masih sekedar catatan konsep belaka)
  3. Data base film di Bale Baca maupun di ISI solo (sudah mencatat dan menyimpannya)
  4. Perpus dan film kaget CFD (semoga terwujud ya mbak anna)
  5. Sebuah film dialog dan tata artistic tentang Papua (sudah di share dengan bebe)
  6. Film pendek tentang HIV/AIDS (semoga angel tau maksudku)
  7. Film pendek tentang TERORIS (aku harap nanang jontor menepati janjinya)
  8. Film atau video MARKET (butuh banyak penjilat dan penerawang)
  9. Film buat zidane, syabil ma raffie (sabar ya ingo ingo ilik)
  10. Film BUKAN kampung idiot (ri ri ri ri riseeeeet)
  11. UKM Film (teman-teman sedang limit energy)
  12. Screening rutin Be F (bulan ini semoga jadi awal yang mantap)
  13. Film POV (bebe ayo gimana?)
  14. Stop motion public (semoga panjul masih berminat)
  15. Workshop foto dan pameran buat anak panti (butuh bantuan)
  16. Hunting dan pameran foto “bengawan solo” (opo iyooo???)
  17. Workshop film cah PAP (opo iyooooo???)
  18. Forum kecil D.O.P (butuh bantuan)
  19.  See and look, jurnal visual (entah cuma nama atau bakal terwujud)
  20. Kata kaos (masih bersabar)
  21. bla bla bla dot dot dot

semua ini mengingatkan saya pada perkataan guru saya saat SMA, entah mata pelajaran apa yang diajarkan, tapi seorang guru pernah mengucapkan ini kepada saya,

“terkadang sifat ketidak puasan manusia tidak di imbangi oleh sumber energy yang ada”

MUDIK DALAM PELAJARAN SMA

05.40 itu angka yang ada di jam tanganku ketika aku menghangatkan badanku dengan secangkir kopi di warung kopi depan pom bensin yang kata bapak penjualnya saya sedang ada di daerah Garut, jawa barat. Hawa dingin dalam perjalanan motor itu sangat menusuk tulang, membuat tangan ini bergetar kencang, terpaksa aku memarkirkan motor di depan warung itu. Perjalanan itu memang harus saya lalui untuk menemani bapak saya melakukan aktivitas rutin tahunan yang banyak orang rantauan juga melakukannya biasanya dikenal dengan istilah Mudik.

Seperti adegan film kartun yang muncul lampu pijar yang ada di atas kepalanya, tuing. Aku memiliki ide untuk menulis sebuah tips Mudik yang aman berdasar pada pelajaran-pelajaran SMA yang aku terima. Beberapa tips ini ternyata terapan dari ilmu-ilmu yang di ajarkan saat saya SMA dulu. Ilmu-ilmu tersebut antara lain adalah :

  1. Ilmu agama, yang mengajarkan kita berdoa terlebih dahulu sebelum mudik, agar perjalanan kita lancar sampai tujuan.
  2. Pelajaran Penjaskes (pendidikan jasmani dan kesehatan), bagi para pemudik yang naik motor, pelajaran ini sangat penting yaitu untuk melakukan pemanasan sebelum naik motor, dan menjaga asupan makanan kita dalam perjalanan, contohnya : ketika saya ngantuk saya minum kopi dan merokok beberapa batang untuk menghilangkan kantuk dalam perjalanan saya.
  3. Pelajaran PPKn, hal ini teringat dengan pertanyaan yang ada di test pelajaran PPKn yaitu “kalau ada orang tua ingin menyebrang jalan kita harus…” dan jawabannya adalah membantunya, nah dalam perjalanan Mudik kita harus tetap saling menghargai penguna jalan (khususnya yang pakai kendaraan pribadi)
  4. Ilmu ekonomi, ilmu ini bisa kita terapkan untuk menentukan kendaraan apa yang akan kita gunakan saat mudik, ketika uang kita hanya cukup untuk kereta ekonomi, kita tidak usah memaksakan diri naik kereta eksekutif kawan. Usahakan pula berjualan saat mudik karena dengan itu anda telah menerapkan prinsip ekonomi yakni pengeluaran sekecil-kecilnya dan pendapatan sebesar-besarnya. 😀
  5. Ilmu fisika, ini sangat membantu sekali bagi anda yang mengunakan kendaraan pribadi, karena ilmu ini yang akan anda gunakan ketika menyalip kendaraan lain, jadi anda akan mempertimbangkan kecepatan yang digunakan, jarak tempuh yang di salip, hingga berat yang ada di kendaraan anda ketika menyalip kendaraan lain agar aman.
  6. Ilmu antropologi dan sosiologi, ini terkadang di gunakan untuk berinteraksi sesama penumpang atau orang-orang yang kita singgahi saat beristirahat dalam perjalanan, agar kita bisa bergaul dengan mereka, setidaknya kita bisa jaga diri ketika mengetahui siapa orang yang ada disamping kita.

Demikian tips yang saya buat, terima kasih atas perhatiannya, semoga bermanfaat bagi teman-teman semua. Amin.