WANITA,eksistensi bukan hanya mimpi.

seperti sebuah reunian teman-teman lama yang sudah tertidur lama dan jarang bertemu, kali ini mereka merelakan waktu untuk memulai sebuah mimpi bersama. Berawal dari sebuah keinginan untuk berkarya bersama, wanita-wanita yang lebih sering di kenal dengan cewek-cewek KAKI KANAN berkumpul untuk mengubur sebuah pandangan bahwa wanita lemah dalam membuat karya film. Kali ini mereka bersatu, tanpa campur tangan kaum pria untuk membuat sebuah karya film. mulai dari pra produksi hingga pasca produksi mereka lakukan sendiri. meskipun naskah belum mereka temukan, tapi setidaknya niat mereka untuk bersatu dan menunjukan eksistensi perlu di beri nilai lebih. dari hasil rapat hari ini 13 wanita ini akhirnya menentukan beberapa keputusan mengenai jobdisk dalam produksi mereka. beberapa jobdisk tersebut diantaranya adalah:

produser_lui dan dewi rahma, penulis naskah_angel, sutradara_anggit, astrada_naafi, DOP_prima, kameragirl_aiesh, gaffer_raras, lighting_dewi brown, artistik_diyah, editor_nova bul-bul, soundgirl_niam, musik ilustrasi_risa jojon,

Iklan

Be F, SEBUAH AWAL.

Salah satu masalah mendasar yang ada dalam pengembangan karya film mahasiswa jurusan seni media rekam (termasuk saya sendiri) adalah, kurangnya referensi. Referensi dalam hal ini dapat di artikan referensi dari bahan bacaan yang ada, atau bisa berarti juga referensi berupa film yang lebih berbobot dalam kualitasnya, kususnya pada film pendek. Asupan referensi itu memang sedikit sekali terjadi dalam kegiatan belajar dalam kelas, maupun luar kelas, oleh karena itu perkembangan karya film mahasiswa terlihat lebih lambat.

Permasalahan bukan hanya disebabkan oleh kurangnya asupan yang di berikan dosen kepada mahasiswa. Karena pada dasarnya mahasiswa juga memiliki kewajiban untuk mencari referensi yang mereka butuhkan sendiri, demi menunjang karya yang nantinya akan mereka buat, tetapi banyak pula factor yang menghambat mahasiswa dalam mendapatkan referensi yang mereka butuhkan salah satunya adalah tidak adanya rutinitas yang mengharuskan mereka mendapat referensi dan sekaligus menjadi kegiatan apresiasi.

Berawal dari fenomena itu semua, teman-teman yang tergabung dalam Komunitas Kaki Kanan mencoba membuat sebuah kegiatan pemutaran rutin yang diberi nama “Be F” untuk mengatasi segala fenomena yang terjadi dalam permasalahan diatas. Dikemas dalam acara nonton bareng film-film indie, yang sekaligus menjadi wadah apresiasi film bagi mahasiswa seni media rekam, besar harapan kita film yang akan diputar bukan hanya karya mahasiswa ISI Surakarta, tapi juga film dari luar kampus, karena dengan hal tersebut mahasiswa juga akan mendapatkan film-film yang nantinya dapat mereka jadikan referensi untuk karya mereka sendiri.

Meski hal ini masih akan dimulai pada bulan depan (habis lebaran), tapi tidak berarti kegiatan ini hanya omong kosong belaka. Karena pengumpulan film dan perburuan film-film sudah dimulai, selain itu koordinator tiap bulan juga sudah di bentuk. Berhasil atau tidaknya kegiatan ini juga bergantung pada berbagai pihak, salah satunya adalah Kepala Jurusan Seni Media Rekam Selaku Pengambil Kebijakan dalam aktivitas jurusan.MERDEKA…