Be F September I Remember

September i remember, itulah tema yang di usung pada screening Be F bulan ini. Tema ini sengaja dipilih untuk pemutaran Be F bulan ini sebagai ajang nostalgia mahasiswa TV ISI Surakarta, mengingat kenangan masa-masa produksi, dan semua cerita konyol dibalik produksi tersebut. Secara emotional memang proses produksi memberikan banyak cerita bagi mahasiswa TV ISI Surakarta, meskipun hanya sebuah tugas kuliah, mungkin itu juga yang menjadi dasar kenapa tema ini diangkat pada Be F bulan September ini.

 

Wajar saja kalau film yang diputar pada screening ini sangat banyak. Bukan hanya film produksi 2004-2010 tapi juga beberapa video musik dan ILM karya tugas akhir mahasiswa juga tampil di sini. Sangat disayangkan dari film-film yang diputar tersebut tidak ada satu sesipun diskusi dari sang filmmaker, hal ini menjadikan Be F bulan September iniĀ  hanya menjadi sebuah acara pemutaran biasa. Secara konseptual, screening dengan layar tancap di outdoor ini bisa dikatakan berbeda dari kegiatan screening-screening sebelumnya, pasalnya belum sekalipun kegiatan screening Be F dilakukan di ouotdoor dengan layar tancap dan beberapa jajanan pasar untuk teman menonton. Sebagai kegiatan perdana di semester ini, Be F bulan September bisa dikatakan berjalan dengan sukses, meskipun publikasi hanya seminggu itupun menggunakan famlet dan foto tag FB bisa mendatangkan penonton yang hampir memadati jalanan antara tembok mural dan gedung kuliah yang terletak di samping gedung F ini. Kegiatan ini juga dibuka oleh pak Handriyotopo selaku Kaprodi TV ISI Surakarta.

Bagi teman-teman yang mungkin belum sempat mengunjungi screening Be F bulan September, teman-teman masih berkesempatan untuk menyaksikan beberapa film-film lainya pada Be F bulan Oktober yang pelaksanaanya akan dibarengkan dengan rangkaian kegiatan Festival Kegiatan Indonesia pada tanggal 14-16 Oktober 2011 nanti di depan Teater Besar ISI Surakarta.

Iklan

Be F, SEBUAH AWAL.

Salah satu masalah mendasar yang ada dalam pengembangan karya film mahasiswa jurusan seni media rekam (termasuk saya sendiri) adalah, kurangnya referensi. Referensi dalam hal ini dapat di artikan referensi dari bahan bacaan yang ada, atau bisa berarti juga referensi berupa film yang lebih berbobot dalam kualitasnya, kususnya pada film pendek. Asupan referensi itu memang sedikit sekali terjadi dalam kegiatan belajar dalam kelas, maupun luar kelas, oleh karena itu perkembangan karya film mahasiswa terlihat lebih lambat.

Permasalahan bukan hanya disebabkan oleh kurangnya asupan yang di berikan dosen kepada mahasiswa. Karena pada dasarnya mahasiswa juga memiliki kewajiban untuk mencari referensi yang mereka butuhkan sendiri, demi menunjang karya yang nantinya akan mereka buat, tetapi banyak pula factor yang menghambat mahasiswa dalam mendapatkan referensi yang mereka butuhkan salah satunya adalah tidak adanya rutinitas yang mengharuskan mereka mendapat referensi dan sekaligus menjadi kegiatan apresiasi.

Berawal dari fenomena itu semua, teman-teman yang tergabung dalam Komunitas Kaki Kanan mencoba membuat sebuah kegiatan pemutaran rutin yang diberi nama “Be F” untuk mengatasi segala fenomena yang terjadi dalam permasalahan diatas. Dikemas dalam acara nonton bareng film-film indie, yang sekaligus menjadi wadah apresiasi film bagi mahasiswa seni media rekam, besar harapan kita film yang akan diputar bukan hanya karya mahasiswa ISI Surakarta, tapi juga film dari luar kampus, karena dengan hal tersebut mahasiswa juga akan mendapatkan film-film yang nantinya dapat mereka jadikan referensi untuk karya mereka sendiri.

Meski hal ini masih akan dimulai pada bulan depan (habis lebaran), tapi tidak berarti kegiatan ini hanya omong kosong belaka. Karena pengumpulan film dan perburuan film-film sudah dimulai, selain itu koordinator tiap bulan juga sudah di bentuk. Berhasil atau tidaknya kegiatan ini juga bergantung pada berbagai pihak, salah satunya adalah Kepala Jurusan Seni Media Rekam Selaku Pengambil Kebijakan dalam aktivitas jurusan.MERDEKA…